๐ฝ Kenali Dirimu Maka Kamu Akan Mengenal Tuhanmu
Kenalilah dirimu maka kamu akan mengenal Tuhanmu" wallahualam bishowab ^,^ Diposting oleh Unknown di 01.26 Tidak ada komentar: Kenali dirimu bila engkau ingin mengenal Tuhanmu, kenali diri itu makna bimbingan atas jiwa dan hati. Diposting oleh Unknown di 09.35 Tidak ada komentar:
kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu" merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. " Man arofa nafsahu faarofa robbahu ". Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang
Sebaiknyakita menyerah akan maknanya kepada diri-Nya Yang Agung apabila kita bertemu dengan ayat yang kita tidak fahami seperti ayat Mutasyabihah, kerana Dia yang lebih mengetahui tentang Diri-Nya, Sifat-Nya, Af'al-Nya dan Asma'-Nya.Namun, hendaklah kita menghormati para ulama yang mentakwilkan dengan tujuan mensucikan Tuhan dari disifatkan seperti makhluk, supaya terselamat umat ini dari
MengenalDiri dan Keheranan Jalaluddin Rumi. Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain. Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri, agar kau kenali Tuhanmu. Baris kalimat diatas adalah penggalan puisi Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi terkenal yang lahir tanggal 30 September 1207 Masehi
silahkansubscribe,like,share dan komen dengan bahasa yang benar ya.selamat menyaksikan
Kenali saja dirimu dahulu, jika kau sudah mengenal dirimu sendiri kau akan mengenal Tuhanmu" Siapa pun orangnya ketika pertanyaannya dibalik seperti itu (pasti) akan terdiam. Sebab, mengenali diri sendiri itu ternyata hanya mudah diucapkan, tetapi sulit (jika bukan mustahil) untuk benar-benar bisa diimplementasikan.
KENALITUHANMU MAKA KAMU AKAN BAHAGIA. 21/09/2020. Facebook. Twitter. Pinterest. WhatsApp. 21/09/2020. Disamping itu ada juga orang yang mengaku bahwa dirinya sudah mengenal Allah Azza Wajalla akan tetapi masih diikuti dengan perbuatan yang mengarah kepada penyembahan selain Allah atau disebut juga sebagai orang yang muysrik, seperti dalam
LihatJuga. Kenali dirimu kau akan kenal tuhanmu oleh: YUSUF A.RAHMAN Terbitan: (2014) ; Kenali Dirimu, Kau Akan Kenal Tuhanmu oleh: Yusuf A.Rahman Terbitan: (2014) ; Kenali Dirimu, Kau Akan Kenal Tuhanmu oleh: Yusuf A.Rahman Terbitan: (2014)
kenalidirimu maka kau akan mengenal tuhanmu. 3 likes. Book
Denganhati kita bisa menanamkan rasa kasih dan sayang kepada orang terdekat kita. Bisa membedakan yang baik dan yang buruk, bisa pula merasakan apa yang orang lain rasakan, bisa jujur dengan situasi dan keadaan, jika merah hati pasti mengatakan merah, jika putih hati juga tidak akan bilang hitam.
Kenalidirimu maka kamu sukses , saya menulis artikel ini terinspirasi oleh sebuah buku yang cukup best seller , Buku ini berjudul 'MIND POWER' . Buku
Mengenaldiri zahir Diri manusia pada dasarnya terdiri dari 2 bagian, yakni diri zahir dan diri batin. 1.Pada diri zahir, kita dapat menyaksikan kebesaran Allah SWT. Kita dapat melihat wujud fisik kita sendiri sebagai pengenalan awal akan diri sendiri. Allah berfirman dalam surat Al-Insan ayat 2, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
8F6I.
Salah satu ungkapan yang sangat masyhur di kalangan praktisi tasawuf Islam dari dahulu hingga sekarang adalah man arafa nafsahu arafa ุนูุฑููู ููููุณููู ููููุฏู ุนูุฑููู ุฑูุจูููArtinya, โBarang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.โMungkin selama ini banyak yang mempertanyakan otentisitas ungkapan tersebut sebagai hadits Nabi. Benarkah ungkapan tersebut sebuah petuah yang langsung disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW atau sebatas kata-kata hikmah seorang ulama yang kemudian dinisbahkan kepada Nabi SAW?Lalu bagaimana pula dengan pemaknaannya? Ada relasi apa antara mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhan? Sejauh mana pengenalan seseorang terhadap dirinya bisa mengantarkannya untuk mengenal Tuhannya? Beberapa pertanyaan tersebut akan coba kami jawab dalam tulisan sederhana ini. Dan semoga kita senantiasa dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT. Amiin Allahumma sebuah kisah menarik yang terjadi pada masa Rasulullah ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑู, ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑู ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏู, ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
, ูุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู, ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู, ูู ููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ู, ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ุงููุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงูุฅู ูููู ุฅููุงูู ุงูููู ูู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู, ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู, ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉู, ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู, ููุชูุญูุฌูู ุงููุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงู. ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฆููููู ููููุตูุฏูููููู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงูู, ููุงูู ุฃููู ุจูุงูููู, ููู
ููุงูุฆูููุชููู, ููููุชูุจููู, ููุฑูุณููููู, ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู, ูู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ูู ุดูุฑูููู. ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงูู, ููุงูู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงูู ู
ูุง ุงููู
ูุณูุคููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชูููุง, ููุงูู ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุง, ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ูููู ุงููุจูููููุงูู, ุซู
ุงูููุทููููู, ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุง, ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูู
ูุฑู, ุฃูุชูุฏูุฑููู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููุ ููููุชู ุงูููู ูู ุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ู. ููุงูู ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ู. ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ูTerjemahan Hadist tersebut yakniSuatu ketika, kami para sahabat duduk di dekat Rasululah shallallahu alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kemudian ia berkata โHai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.โ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โIslam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,โ lelaki itu berkata,โEngkau benar,โ maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang ia bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang Imanโ. Nabi menjawab,โIman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,โ ia berkata, โEngkau benar.โ Dia bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang ihsanโ. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โHendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.โ Lelaki itu berkata lagi โBeritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?โ Nabi menjawab,โYang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.โ Dia pun bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!โ Nabi menjawab,โJika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju miskin papa serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.โ Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku โWahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?โ Aku menjawab, โAllah dan RasulNya lebih mengetahui,โ Beliau bersabda,โDia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.โ [HR Muslim, no. 8]Saudaraku, semoga Allah senantiasa mengokohkan iman, islam dan ihsan kita dengan atas kehendakNya. Perjalanan hidup ini seringkali kita lalui dengan ketidaksadaranโ diri. Dalam hal ini, bukanlah linglung, pingsan, atau hilang ingatan. Akan tetapi karena kita tidak sadar tentang hakekat diri dan kedudukan kita serta kita tidak sadar betapa agung hak Rabb yang telah menciptakan kita atas diri kita. Berangkat dari ketidaksadaranโ itulah muncul penyakit ganasโ berikutnya yang bernama hakekat diri dan kedudukan kita, maka bacalah firman-Nya yang artinya, โTidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.โ QS. adz-Dzariyat 56. Kita adalah hamba yang harus menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa saja. Adapun mengenai keagungan Rabb Allah yang telah menciptakan kita, maka bacalah firman-Nya yang artinya, โSegala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam.โ QS. al-Fatihah 1. Allah lah sosok paling berjasa kepada kita dan yang paling layak untuk mendapatkan seorang hamba telah kehilangan dua buah ilmu ini -ilmu tentang hakekat dirinya dan ilmu tentang keagungan hak Rabbnya- maka pupuslah harapan untuk menggapai kebahagiaan yang sebenarnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, โSeorang hamba akan sampai pada tujuannya -dengan meniti jalan yang lurus- adalah dengan merealisasikan kedua macam maโrifat ini baik dalam bentuk ilmu maupun keadaan/sikap hidup, sedangkan keterputusannya -untuk bisa menggapai tujuan- adalah karena dia kehilangan keduanya. Inilah kandungan makna ucapan mereka -sebagian orang bijak-, Barangsiapa yang mengenal -hakekat- dirinya niscaya akan mengenali -keagungan- Rabbnyaโโฆโ al-Fawaโid, hal. 133Lalu bagaimana kita mengenal diri kita sebagai pribadi dan sebagai makhluk ciptaaan Allah di semestaNya? Sungguh teramat naif jika kita mendasarkan segala sesuatunya pada akal pikiran dan ego sebagai makhluk. Bukankah sebagai muslim kita telah mengenal istilah โLaa Haula wa Laa Quwwata illaa billaahโ. Meski mungkin tak setiap hari bacaan hauqalah itu kita lantunkan, namun setidaknya kita pernah mendengarnya. Kemudian, apa makna ungkapan yang berulang kali Allah nyatakan dalam kitabNya tersebut?Terungkap jelas dalam kalimat tersebut bahwa โtiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah taโalaโ. Itu berarti bahwa sesungguhnya apapun yang teralurkan dalam diri kita, baik lahir maupun bathin, baik yang terkecil sampai yang terbesar, semua adalah curahan cahaya Allah. Semua beralur dengan atas kehendakNya, baik yang kita sadari maupun yang tak kita sadari. Jika menilik lebih jauh lafal hauqalah tersebut, tersirat makna bahwa memang diri ini teramat lemah dan tak berdaya. Bahwa sesungguhnya tiada satupun gerak lahir maupun bathin kita yang terlepas dari alur kuasa Allah Yang Maha Kokoh lagi Maha bahwa diri ini adalah milikNya dan hanya Dialah Yang Maha Berkuasa atas diri ini merupakan bagian dari manifestasi pengenalan kita terhadap diri kita sendiri yang pada akhirnya akan membimbing ruh dan jiwa kita pada pengenalan akan Allah SWT dengan sebenar-benar pengenalanNya. Sesungguhnya Allah lah yang berkuasa untuk mengenalkan pribadiNya kepada siapapun yang dikehendakiNya melalui pengenalan akan asmaโ, sifat dan afโalNya yang terangkumkan dalam 99 asmaul husna. Tiada mampu diri ini untuk mengenalNya kecuali dengan atas petunjuk dan aโlam bis shawab.
Assalamu Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh. Pak ustadz, saya mau tanya apakah perkataan "kenalilah dirimu, baru kamu mengenal Tuhanmu" adalah hadits Nabi? Mohon untuk di jelaskan maknanya ?dari 081649041xxxJawaban Wa Alaikum salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu Ala Rasulillah wa Ala Aalihi wa Ashhabihi wa man waalah, wa baโdKalimat tersebut sering disampaikan oleh para muballigh, namun sayangnya โsebagaimana banyak pada ungkapan lainnya- mereka hanya mau mengutip dan menyampaikan, tanpa mau bersusah payah meneliti itu berbunyiู
ู ุนุฑู ููุณู ููุฏ ุนุฑู ุฑุจูโBarang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.โ Ungkapan ini terdapat dalam beberapa kitab, di antaranya Kimiya As Saโadah karya Imam Al Ghazali hal. 1. Mauqiโ Al Warraq. Namun, sayangnya beliau โRahimahullah- telah menggunakan kalimat โRasulullah bersabdaโ terhadap hadits ini. Selain itu juga terdapat dalam Hilyatul Auliyaโ karya Imam Abu Nuโaim. 4/350. Mauqiโ Al Warraq dan ternyata itu adalah ucapan Imam Sahl bin Abdullah At Tastari, seorang ulama sufi yang dipuji oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim terdapat dalam Al Futuhat Al Makkiyah karya Abu Thalib Al Makki. 5/462. Mauqiโ Al WarraqPara Imam Muhaqqiqin peneliti mengatakan bahwa ungkapan ini bukanlah ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Imam As Sakhawi, mengutip dari Abu Al Muzhaffar As Samโani yang mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya ucapan seperti ini yang marfuโ sampai kepada Rasulullah, dan diceritakan bahwa ini adalah ucapan Yahya bin Muadz Ar Razi Radhiallahu Anhu. Sedangkan Imam An Nawawi mengatakan bahwa ucapan ini tidaklah tsabit kokoh dari Rasulullah. Imam As Sakhawi, Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 220. Imam As Suyuthi, Ad Durar Muntatsirah, Hal. 18 Sedangkan Imam Ash Shaghani dengan tegas memasukkannya dalam deretan hadits palsu. Imam Ash Shaghani, Al Maudhuโat, hal 2. Begitu pula Imam Ibnu Taimiyah menegaskan kepalsuan hadits ini. Imam Al Ajluni, Kasyf Al Khafaโ, 2/262/2532. Mauqiโ YaโsubSedangkan Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini tidak ada asalnya. As Silsilah Adh Dhaifah, 1/165/66 beliau mengutip perkataan Al Allamah Fairuzzabadi โpengarang Qamus Al Muhith- sebagai berikutููุณ ู
ู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงููุจููุฉ ุ ุนูู ุฃู ุฃูุซุฑ ุงููุงุณ ูุฌุนูููู ุญุฏูุซุง ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ู ูุง ูุตุญ ุฃุตูุงุ ู ุฅูู
ุง ูุฑูู ูู ุงูุฅุณุฑุงุฆูููุงุช " ูุง ุฅูุณุงู ุงุนุฑู ููุณู ุชุนุฑู ุฑุจู " . โIni bukanlah hadits nabi, hanya saja banyak manusia menjadikan ucapan ini dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan ini pada dasarnya tidak benar. Ini hanyalah diriwayatkan dalam ucapan Israiliyat pengaruh ajaran Yahudi Wahai manusia kenalilah dirimu niscaya kau akan kenal Tuhanmu.โ Ibid Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengomentari ungkapan ini, katanyaููุจูุนูุถู ุงููููุงุณู ููุฑูููู ููุฐูุง ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููููุณู ููุฐูุง ู
ููู ููููุงู
ู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุง ูููู ููู ุดูููุกู ู
ููู ููุชูุจู ุงููุญูุฏููุซู ููููุง ููุนูุฑููู ูููู ุฅุณูููุงุฏู . ูููููููู ููุฑูููู ููู ุจูุนูุถู ุงููููุชูุจู ุงููู
ูุชูููุฏููู
ูุฉู ุฅูู ุตูุญูู " ููุง ุฅููุณูุงูู ุงุนูุฑููู ููููุณูู ุชูุนูุฑููู ุฑูุจููู " โSebagian manusia ada yang meriwayatkan ini dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, padahal ini bukanlah ucapan Nabi, dan tidaklah sama sekali tercantum dalam kitab-kitab hadits, dan tidak diketahui sanadnya. Tetapi, jika benar, ucapan ini diriwayatkan dalam kitab-kitab terdahulu, โWahai manusia kenalilah dirimu niscaya kau akan kenal Tuhanmu.โ Majmuโ Fatawa, 16/349. Cet. 3, 2005M-1426H. Darul Wafaโ. Tahqiq Anwar Al Baz โ Amir Al Jazaar Demikian status perkataan tersebut, yang jelas-jelas bukan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Catatan Ungkapan ini walau tidak benar disandarkan sebagai ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun memang memiliki nilai kebaikan. Maka, lebih bagus dikategorikan ini merupakan ucapan hikmah saja. Sebab mengenal diri sendiri, lalu mentafakkurinya diakui bisa menjadi sarana untuk semakin bermaโrifah kepadaNya. Sebab diri manusia termasuk salah satu tanda-tanda kekuasaanNya, yang mesti ditafakkuri, sebagaimana ciptaan Allah Taโala lainnya. Allah Taโala berfirmanโSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.โ QS. Ali Imran 3 190-191 Oleh karena itu, Imam Sufyan bin Uyainah Radhiallahu Anhu mengatakanููุณ ูุถุฑ ุงูู
ุฏุญ ู
ู ุนุฑู ููุณู.โTidak ada masalah pujian terhadap orang yang mengenal dirinya.โ Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 220 Mengenal diri sendiri akan membawa sikap positif bagi manusia. Dia akan dapat menempatkan dirinya dalam bersikap dan bertutur kata di tengah-tengah manusia. Sekian. Wallahu Aโlam Farid Nuโman Hasan
kenali dirimu maka kamu akan mengenal tuhanmu